Parenting Guide bersama Emma Jenner

"It's easier to build strong children than to repair broken men." Frederick Douglass


Buku parenting ini saya pinjam dari Perpustakaan sepekan yang lalu.  Hari ini baru mulai baca, tidak saja judulnya yang menarik karena kekinian yaitu Keep Calm and Parent On.  Sajiannya menggunakan bahasa santai, membuat saya ingin langsung menuangkan informasi yang saya dapat meskipun baru beberapa bab.

Emma Jenner memiliki pengalaman parenting dengan filosofi yang menarik, If parents raise their expectations, their children will meet them. And what could make for happier parents than well-behaved, respectful, healthy and thriving kids? 

Ilmu parenting yang digunakan dalam buku ini merupakan kombinasi antara parenting Britania dan Amerika. Yang dikemas unik dan menjadi mudah dilakukan karena setiap bab dilengkapi check list dan quiz.

Berdasarkan pengalamannya yang lebih banyak berhubungan dengan orangtua juga pengasuh.  Emma merasa adanya krisis dalam membesarkan dan medidik anak secara global.  Dia berikan contoh sederhana, bila seorang dewasa masuk ke suatu ruangan yang di dalamnya ada seorang anak sedang duduk.  Apakah yang akan terjadi ? Si anak tetap duduk atau orang dewasa itu yang duduk?  Atau situasinya yang ditukar.  Bila seorang dewasa sedang duduk dalam suatu ruangan, tidak ada kursi lain. Kemudian masuk seorang anak ke ruang tersebut, apa yang terjadi? Apakah si anak yang duduk atau orang dewasa itu tetap duduk tidak bergeming. 


Menurut Emma yang dibesarkan pada tahun 80an di Britania, mau apapun kondisinya. Yang pertama atau kedua, tetap orang dewasa yang duduk.  Tapi jaman sekarang, kebalikan.  Semua ini terjadi karena gaya orangtua dalam mendidik anak yang seringkali memanjakan anak. Jangan heran bila orangtua harus pergi membeli roti buat anaknya karena si anak males untuk pergi sendiri membeli roti. Emma menggarisbawahi, sebenarnya siapa yang jadi orangtua, dan siapa yang jadi anak?  Contoh ini sangat terasa nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Bila kita berpendapat bahwa di era modern ini segalanya bisa diraih dengan mudah dan lebih baik karena peran teknologi yang semakin canggih. Tidak dengan gaya parenting kebanyakan saat ini, malah sebaliknya yaitu mengalami krisis.  Menurut Emma, ada empat dasar atau inti penyebab krisis ini.

1. Kita sebagai orangtua sudah menurunkan batas atau tingkat harapan.
Karena rasa khawatir yang berlebihan pada anak, akhirnya orangtua menurunkan ekspektasi kepada anak.  Sehingga kemampuan anak tidak melejit. Terutama dalam perkembangan karakter yang memegang peran penting dalam hidup. Disiplin, tanggungjawab dan menghargai orang lain.  

Sebagai contoh ketika orangtua tidak mengingatkan batita yang menarik rambut ibu atau bapaknya.  Cukup dengan merespon melepaskan pegangan si anak pada rambut.  Ketika si anak mengulang beberapa kali menarik rambut ibu atau bapaknya.  Tetap tidak nasihati, alasannya sederhana harus dimaklumi namanya juga batita.  Masih terlalu dini untuk mengerti apa yang dia lakukan itu tidak baik.   Contoh lain, ada orangtua yang tidak mau membawa anaknya pergi makan ke restoran tertentu karena khawatir kelakuan si anak akan mengganggu suasana restoran dan membuat malu orangtua.

Orangtua wajib mengajarkan hal-hal yang positif dari sejak dini.  Biarkan si anak mengenal mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan.  Tahap awal sebelum mengenalkan aksi dan konsekuensi.  Expect more from thour children, and they will rise to it.  Expect less, and they will sink.


2Melupakan peran orang sekampung
Sering kita dengar istilah, butuh orang sekampung untuk mendidik seorang anak.  Peran orang sekampung yang memiliki status berbeda mulai dari  penjaga warung, petani, satpam atau hansip dan banyak profesi lainnya.  Berinteraksi  dengan mereka akan membuat karakter anak berkembang sempurna secara alami.


3. Terlalu banyak jalan pintas
Adalah anugrah bila kita mampu menemukan jalan pintas yang memangkas waktu  dalam meraih hasil yang maksimal.  Tapi tentu tidak semua jalan pintas memberi pengaruh yang baik.  Terutama bila jalan pintas ini berkenaan dengan peran gadget pada anak-anak.

Tidak sedikit para ahli yang menyampaikan bahwa kecanggihan teknologi memegang peran penting dalam memicu masalah pada anak-anak. Terlalu banyak depan monitor gadget bisa menimbulkan masalah dari mulai kurang tidur, kurang konsetrasi, jadwal berantakan hingga berperilaku kurang santun. Padahal banyak orangtua masa kini yang memberikan gadget agar anak bisa anteng, sehingga orangtua bisa fokus dalam pekerjaanya.  Duh! Serasa diri tersenggol.

Jalan pintas ini tidak saja berhubungan dengan gadget dan membiarkan anak berjam-jam menonton televisi.  Contoh lain yang sering kita lihat atau mungkin kita lakukan yaitu reaksi orangtua yang segera membantu anak bangun saat terjatuh biasa. Membantu balita membereskan mainannya, merapikan kamar tidur anak.  Kenapa demikian? Karena merasa bila orangtua atau pengasuh yang melakukannya akan lebih cepat dan bersih juga rapi.

Bersambung




Comments

  1. Aaah.. buku parenting selalu menarik ya.. memang tugas menjadi orang tua, menuntut untuk terus belajar.. terima kasih sudah sharing isi bukunya ya mbak.. ditunggu kelanjutannya (karena saya belum tahu kapan bis abaca langsung bukunya😅)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Korwil 7: Memulai dari Nol. Kenapa tidak?

Fitrah Seksualitas

Nomofobia