Memahami Masalah Bersama Tim
![]() |
Menyelami Masalah bersama tim… demikian topik materi ketiga ini. Bukan sesuatu yang sederhana atau mudah dilakukan. Saya merasa tugas di Kampus Ibu Pembaharu ini naik tingkatnya secara perlahan. Designer Program betul-betul sudah mempersiapkan dengan matang. Para mahasiswa yang baru lulus di perkuliahan Bunda Produktif bersiap untuk diajak agile. Ternyata di Bunda Salihah temponya lebih lambat tapi menuntut konsentrasi dan lemikiran yang dalam.
Dari awal para mahasiswa diminta mengumpulkan masalah dan memasukkannya dalam bank. Lalu memilih satu yang betul-betul terasa mendesak untuk diselesaikan.
Tahap selanjutnya mencintai masalah tersebut agar tidak cepat-cepat mendapatkan solusi. Bergabung dengan tim yang memiliki masalah yang sama untuk menyelami masalah.
Selalu ada hal yang menarik dalam pembelajara di Institut Ibu Profesional. Melalui metode gamifikasi para member belajar dengan penuh keseruan sekaligus mendapatkan pemahaman banyak hal yang dibutuhkan dalam keseharian. Pengerjaan tugasnya pun diberikan kebebasan sesuai dengan gaya belajar masing-masing tetapi tetap berada pada koridor panduan yang diberikan oleh para fasilitator.
Kembali pada materi ketiga, kami menyelami masalah dengan menggunakan metode Starbursting brainstoming. Dalam diskusi group, kami melakukan ice breaking untuk mencairkan suasana. Peran Moderator bergiliran agar semua member memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin tim.
Pada diskusi di pekan kedua kami mulai menyelami masalah. Ragam Problem statement yang dimiliki oleh semua member mengerucut menjadi Probelm Statement kami yaitu Meningkatkan Kualitas Diri, berawal dari Percaya Diri.
Menurut saya, perasaan kurang percaya diri bisa menimpa siapapun. Apakah itu wanita ataupun pria. Apakah itu lajang maupun yang sudah menikah. Ibu bekerja ranah domestik ataupun publik. Dilanda tidak percaya diri adalah manusiawi. Yang penting adalah jangan biarkan rasa itu menahan kita untuk maju. Jangan biarkan rasa itu menggelayuti diri berlama-lama.
Jadikan rasa tidak percaya diri (pede) untuk menjadi alasan kita untuk maju. Ini akan membuat kita lebih kenal dan mengerti siapa diri kita yang sebenarnya. Apa yang membuat kita kurang pede, siapa yang membuat kita tidak pede? Bagaimana rasa tidak pede itu menghampiri kita? Kapan dan dalam situasi apa?
Jadi sebetulnya rasa tidak pede itu bisa merubah diri kita menjadi lebih baik. Bila kita gunakan itu sebagai pijakan atau alasan untuk berubah. Ini yang menjadi alasan saya untuk menjadikan Problem Statement, berdasarkan pengalaman sendiri. Kunci menaklukan tidak pede itu adalah mengenal diri sendiri. Alasan ini juga yang mendorong saya saat berkampanye membentuk tim Bengkel Bunda. Karena serangan tidak pede itu sudah menjadi masalah sosial.
Comments
Post a Comment